Orgenes Kaway Pastikan PKB Raih 7 Kursi di DPRP

Orgenes Kaway Pastikan PKB Raih 7 Kursi di DPRP


Orgenes Kaway Pastikan PKB Raih 7 Kursi di DPRP

Posted: 26 Jan 2019 01:40 PM PST

Orgenes Kaway  Pastikan PKB Raih 7 Kursi di DPRP
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua menargetkan meraih 7 kursi pada Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) pada April 2019.

"Tuhan ijinkan, Tuhan sayang PKB periode 2019 ini kami akan memperoleh 7 kursi di DPR Papua. Jadi dari semua dapil harus ada dan itu target kami, DPR Papua harus 7 kursi," tegas Dewan Syuro PKB Provinsi Papua, Orgenes Kaway kepada wartawan pada Kamis (24/1).

Anggota Komisi IV DPR Papua ini mengatakan, jika pada Pileg tahun 2014, PKB Provinsi Papua meraih 4 kursi, maka pada Pileg 2019 harus mendapatkan tambahan 3 kursi, sehingga menjadi 7 kursi DPR Papua.

"Jadi target PKB di DPR Papua 7 kursi. Itu harga yang harus kami bayar di 2019 ini," tandas Orgenes Kaway.

Legislator Papua ini mengaku jika ia juga kembali mencalonkan diri dari Daerah Pemilihan 1 Papua, yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Bahkan kata Orgenes Kaway, jika saat ini pihaknya fokus turun ke lapangan menemui masyarakat untuk mensosialisasikan berbagai programnya.

Meskipun daerah pemilihannya di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi, namun Orgenes Kaway hanya fokus di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan juga Kabupaten Keerom.

Diakui, untuk Sarmi, ia tak terlalu fokus, namun jika ada yang suka rela ingin membantu dan bekerja buat dirinya, ia mempersilahkan, baik dari masyarakat maupun gereja karena selama ini pihaknya juga memberikan perhatian untuk Sarmi, baik untuk masyarakat maupun gereja.

Yang jelas, kata Orgenes Kaway, ia optimis akan kembali masuk ke DPR Papua pada Pileg 2019.

"Saya salah satu yang memastikan untuk kembali ke DPR Papua. Itu sudah pasti. Kenapa saya katakan pasti? Karena atas ijinTuhan sehingga saya harus optimis yang membuat untuk maju kembali. Selain itu, juga karena saya dengan masyarakat sangat dekat, baik dengan masyarakat Papua maupun saudara-saudara kita yang non Papua, mereka begitu mensupport saya," ungkapnya.

Ketika disinggung niatnya untuk ikut mencalonkan diri jadi kepala daerah di Kabupaten Jayapura, Orgenes Kaway mengatakan, jika itu adalah bagian dari mimpinya.

"Saya ada mimpi, suatu saat mimpi itu bisa jadi sebuah kenyataan. Karena orang bilang bermimpilah setinggi langit, karena diatas langit masih ada langit, maka sepanjang masih ada langit bermipilah terus. Jika Tuhan tidak datang, bermimpilah terus karena pasti suatu saat akan menjadi sebuah kenyataan," imbuhnya.

Apalagi ungkap Orgenes Kaway, baliho-balihonya ada di berbagai pelosok. Ia tak menyadari di setiap kampung dan distrik pasti ada. Baik di Bonggo, Airu ada, Kaure ada, Lere ada dan Yapsi juga ada.

"Itu yang hari ini menjadi sebuah pertanyaan dalam diri saya. Saya tidak pernah bayangkan, saya hanya duduk memikirkan tapi segala sesuatu sudah jadi disana, " ucapnya.

Menurutnya, untuk di 2022 permainan kosong-kosong (0-0). Hari ini 1-0, kalau besok main 0-0. Itu berarti pasri ada yang menang dan ada yang kalah.

Meskipun begitu, dirinya nyatakan siap untuk ikut bertarung pada Pilkada Kabupaten Jayapura tahun 2022 mendatang.

"Jangan saya main 1-0, saya harus main 0-0. Intinya saya siap bertarung, siapa pun dia dan berapa banyak orang yang maju sebagai calon di Kabupaten Jayapura, dan saya salah satu dari sekian banyak calon yang akan ikut bertarung secara bermartabat untuk merebut kursi nomor 1 di Kabupaten Jayapura. Itu bagian dari mimpi saya," tekannya. (Albert Batlayeri)

Siap Dukung Persipura di Piala Indonesia, Titus Bonay Ikut Latihan Perdana

Posted: 26 Jan 2019 01:25 PM PST

Siap Dukung Persipura, Titus Bonay Ikut Latihan Perdana
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Pemain yang baru direkrut Persipura Jayapura, Titus Bonai siap mendukung tim barunya itu dengan ikut dalam latihan perdana di Stadion Mandala, Rabu (23/1).

Bonay yang sebelumnya memperkuat Borneo FC mengikuti latihan yang dipimpin asisten pelatih Lydio de Souza lantaran Luciano Leandro masih berada di Brasil.

Latihan perdana tersebut untuk persiapan babak 32 besar Piala Indonesia 2018-2019 menghadapi tuan rumah Persidago Gorontalo yang akan digelar pada 28 Januari mendatang.

Termasuk TItus Bonay, 14 pemain hadir dalam latihan tersebut. Sejumlah pemain senior seperti Boaz Solossa, Imanuel Wanggai, dan Ian Louis Kabes belum ikut berlatih karena masih izin.

Dia bukan sosok asing bagi Mutiara Hitam. Sebab sebelumnya dia pernah berseragam merah hitam khas Persipura pada musim 2013 dan 2014 sebelum berpindah ke Sriwijaya FC, PSM dan Borneo.


Alasan pemain 29 tahun itu kembali memilih Persipura sebagai labuhannya karena telah memiliki kedekatan dan mendapat permintaan khusus dari manajemen Persipura.

"Sekarang saya pulang karena keluarga besar di sini. Ada permintaan khusus juga dari Persipura," kata Tibo.

Menariknya sebelum memutuskan gabung Persipura, Tibo memilih beralih mengikuti Liga Futsal Profesional dengan memperkuat Permata Indah FC. Alasannya guna mengisi waktu selama jeda kompetisi.

Dan kini mantan punggawa Timnas Indonesia U-23 itu siap bersaing di lini depan Persipura dengan Boaz Solossa, Ian Louis kabes, dan Gunansar Mandowen.

Skuad Persipura ini bergabung dalam persiapan akhir jelang bertolak ke Gorontalo guna menghadapi babak 32 besar Piala Indonesia 2018-2019 dengan dua penggawa muda yakni Marinus Wanewar dan Todd Rivaldo Ferre dipastikan absen. Keduanya mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-22 Indonesia di Jakarta.

Persiapan dilakukan hingga 25 Januari  dan dilanjutkan di Gorontalo pada 26 Januari. Luciano Leandro baru bisa bergabung dan mendampingi tim di Gorontalo saat menghadapi Persidago.

Sementara itu manajemen menyatakan telah merampungkan kontrak sebagian besar pemainnya pasca mendapatkan kucuran dana dari pihak sponsor.

Menurut asisten manajer dan juru bicara Persipura, Bento Madubun, timnya baru saja bergerak untuk memproses penandatanganan kontrak para pemain dan juga menyiapkan perekrutan pemain asing sehinggaa timnya telah siap menatap musim kompetisi 2019.

"Sebagian besar pemain sudah menandatangani perpanjangan kontrak, dan semua urusan sudah beres dan kita tinggal persiapkan diri hadapi kompetisi 2019," ujar Bento.

Meski mengaku timnya sudah optimistis jelang menghadapi kompetisi musim depan, namun Bento tetap meminta dukungan doa dari masyarakat Kota Jayapura agar Persipura bisa kembali meraih hasil memuaskan. (Albert Batlayeri)

Kurikulum Bahasa Ibu Akan Disinergikan Melalui Pengembangan PAUD

Posted: 26 Jan 2019 10:36 AM PST

Kurikulum Bahasa Ibu Akan Disinergikan Melalui Pengembangan PAUD
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Dinas Pendidikan Provinsi Papua memastikan bakal mensinergikan kurikulum bahasa ibu melalui pengembangan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terintegrasi "life skill".

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Papua Protasius Lobya, sinergi tersebut akan dikerjakan dengan menggandeng Tim Penggerak Pembnaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) provinsi. Hal demikian disampaikan Protasius dalam satu kesempatan di Jayapura, belum lama ini.

Ia katakan, saat ini instansinya setempat tengah mengembangkan kurikulum kurikulum berbasis bahasa ibu bekerja sama dengan Summer Institute of Linguistics (SIL) di Sentani.

Dimana saat ini, tercatat ada tujuh bahasa ibu yang sedang dikembangkan, yaitu Waropen, Sentani, Mee, Komoro, Mee di Yahukimo, Animha dan Lanny di Kuyawage.

Tak sampai disitu, instansinya juga telah berhasil mendorong penerapan bahasa Lanny di Kuyawage pada lembaga pendidikan PAUD, melalui penggunaan tablet (gadget) untuk sistem pembelajarannya.

"Nah, khusus untuk bahasa Lanny di Kuyawage, kita bahkan sudah bekerja sama dengan yayasan perguruan tinggi di Belanda dalam upaya menerjemahkannya ke dua bahasa yang diaplikasikan ke tablet."

"Dengan demikian, diharapkan ke depan, sekolah dengan kurikulum berbasis bahasa ibu tersebut dapat menjadi rujukan atau pilot project untuk pusat penelitian bagi daerah-daerah lain di bumi cenderawasih," ujarnya.

Diakuinya, tidak mudah membuat dan menyusun kurikulum bahasa ibu atau bahasa daerah ini, di mana khusus Provinsi Papua kini telah memilikinya. Kendati demikian, masih dalam taraf kurikulum serta peningkatan kompetensi tutor (pengajar).

Untuk itu, di masa mendatang bila kemampuan fiskal daerah meningkat, pihak berharap ada dukungan pendanaan dari sejumlah lembaga terkait. "Paling tidak mewujudkan yang sudah ada saat kini, seperti PAUD terintegrasi dengan 'life skill' dan taman bacaan," harap dia. (DiskominfoPapua)

DKP Papua Sebut Sampah Plastik Racuni Ikan Laut

Posted: 26 Jan 2019 09:05 AM PST

DKP Papua Sebut Sampah Plastik Racuni Ikan Laut
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua memastikan sebagian besar ikan di laut, mati akibat keracunan sampah plastik yang dimakan karena menduga baunya mirip seperti makanan.

Hal demikian disampaikan Kepala DKP Provinsi Papua, FX Mote di Jayapura, Jumat (25/1) petang.

Oleh karenanya, sambung Mote, ia mendukung program Pemerintah Kota Jayapura yang melarang penggunaan plastik saat berbelanja ke toko maupun pusat perbelanjaan. Dengan demikian, kebijakan itu diyakini akan mampu mengurangi jumlah sampah plastik yang dibuang ke laut oleh warga.

"Ini program yang sangat bagus sehingga kita ikut mendukung. Sebab sampah plastik ini tidak akan terurai di laut. Kalau pun terurai butuh waktu ratusan tahun, sehingga kita optimis populasi ikan bisa terus bertambah bila racun sampah plastik bisa ditekan."

"Intinya ikan bisa bermanfaat dan memiliki gizi tinggi bila ikan tak makan sampah plastik. Apalagi temuan ikan beracun ini kan sudah viral dimana-mana. Sehingga memang butuh penanganan serius dari pihak-pihak terkait dan pengurangan penggunaan sampah plastik di swalayan ini saya kira bisa menyelamatkan ikan di laut," ungkapnya.

Mote mengatakan saat ini pihaknya tengah gencar mensosialisasikan gemar makan ikan kepada masyarakat. Apalagi tingkat konsumsi ikan di wilayah pegunungan Papua dinilai masih sangat rendah.

Sebab saat ini meski Papua memiliki ikan yang melimpah, namun ironi yang ada bahwa masyarakat pegunungan Papua, lebih memilih daging menjadi makanan utama.

"Makanya Dinas Kelautan dan Perikanan terus dan makin gencar menggiatkan masyarakat mengkonsumsi ikan. Karena ikan ini mempunyai gizi yang sangat baik."

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan mengeluarkan data tingkat konsumsi ikan di wilayah pegunungan masih dibawah 10 persen persen. Sementara diwilayah pesisir sudah sampai 38 persen dan diatas rata-rata Nasional. (DiskominfoPapua)

Aceh Minta Masukan Papua Terkait Pembangunan Kampus IPDN

Posted: 26 Jan 2019 08:27 AM PST

Aceh Minta Masukan Papua Terkait Pembangunan Kampus IPDN
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Berencana akan membangun kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di wilayahnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mengunjungi Bumi Cenderawasih, Jumat (25/1), guna meminta masukan mengenai persiapan hingga penyediaan gedung serta sarana dan prasarana pendukungnya.

Dalam kunjungannya di Kota Port Numbay, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Dermawan selaku pimpinan rombongan, diterima oleh Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri, di Kantor Gubernur Dok II, Jayapura.

"Intinya kedatangan kami ke Papua adalah untuk melihat langsung keberdaan kampus IPDN yang sudah berjalan di provinsi ini. Sebab kami Pemerintah Provinsi Aceh berencana membangun kampus IPDN, seperti halnya yang sudah dilakukan Papua. Makanya, kami merasa perlu belajar dari Papua soal keberadaan kampus IPDN. Apalagi Aceh dan Papua ini kan sama-sama memliki Otonomi Khusus (Otsus)," terang ia.

Masih dikatakan Sekda Dermawan, terkait rencana pembangunan kampus IPDN di Aceh, dirinya akui sudah mendapat respon positif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hanya saja masukan dari Pemerintah Provinsi Papua dinilai penting dan perlu untuk dilakukan. Agar proses penerapan dan belajar mengajar IPDN, bisa terlaksana sebagaimana mestinya.

"Maka itu, kami mengapresiasi Pemda Papua yang sudah menerima serta memberikan masukan bagi kami. Sehingga kedepan diharapkan Kampus IPDN yang dibangun di Aceh, bisa menghasilan lulusan yang profesional untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.

Asisten Bidang Umum Papua Elysa Auri pada kesempatan itu menyambut positif kunjungan Pemda Aceh. Pihaknya pun berharap masukan yang diberikan bisa menunjang upaya penyiapan tempat perkuliahan bagi praja IPDN di Aceh.

"Semua hal yang dibutuhkan sudah kami sampaikan ke sekda Aceh. Sebab kita sangat mendukung rencana Pemerintah Provinsi Aceh membangun kampus IPDN regional di wilayahnya," pungkas ia. (DiskominfoPapua)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0