BUPATI MINTA KELOMPOK TENUN DISARMI BISA MEMPRODUKSI BERMACAM PAKAIAN

SARMI, LELEMUKU.COM - Selamat datang di Lelemuku, saat ini anda sedang membaca berita dan informasi terbaru dari Kabupaten Sarmi. Silahkan melanjutkan untuk membaca informasi selengkapnya.

Bupati Sarmi, Drs E. Fonataba.MM, ketika mengunjungi pelatihan tenun yang diselenggarakan Dinas Pariwisata di Gedung Kesenian dan Kebudayaan, selasa (10/12).

“Selamat kepada lembaga terkait karena melakukan terobosan dalam menciptakan wirausaha baru, dari tenun terfo lokal berinovasi mendekati moderen”

Kita berharap kedepan melalui berbagai pelatihan, masyarakat dapat memproduksi berbagai macam pakaian maupun selendang” kata Fonataba.

Bahkan pucuk pimpinan Sarmi itu, berharap salah satu hasil produksi berupa pakaian khusus yang dapat dikenakan pada acara – acara tertentu, baik dilingkungan pemerintah maupun masyarakat.

Upaya menciptakan kemampuan berwirausaha, menurut Kepala Dinas Pariwisata, Festus Mansi,S,Sos, menjadi acuan untuk mendatangkan narasumber berkompeten dari tanah jawa.

“Di Sarmi sudah ada budaya tenun terfo, sehingga kami ingin meningkatkan setidaknya mendekati hasil tenun daerah lain” ujar Festus.

Festus Mansi mengemukakan, bahwa pihaknya tiga tahun berturut – turut bekerja sama dengan CV Warisan Multi Tenun di Klaten.

Akhir tahun ini, kembali digelar kegiatan yang sama bagi ibu – ibu distrik Sarmi selama lima hari. Dengan harapan, para peserta dapat berwirausaha secara mandiri.

Direktur CV. warisan multi tenun, Arif Purnawan, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia menyebutkan, bahwa lembaga terkait mempercayakannya sebagai pelati yang tentunya memiliki pengalaman cukup dalam bidangnya.

“Ini untuk ketiga kalinya kami diundang sebagai instruktur. Peralatan sebanyak empat unit telah disiapkan panitia, mempermudah proses pelatihan”

Peserta akan dibimbing dari dasar merajut benang hingga produksi berupa pakaian, tas, topi dan selendang” ungkap Arif.

Ibu Hamidah Mayer salah satu peserta mengaku, mengikuti pelatihan secara rutin. Alhasil bisa dapat bekerja mandiri. Namun dirinya belum paham tahapan tenun dengan baik.

“Saya sudah bisa kerja, namun kadang bingung karena banyak sekali benang yang harus dimasukkan melalui alat yang banyak pula”

Dengan demikian, kami berharap ada pendampingan selama dua sampai tiga bulan, agar bisa paham betul” ucap Hamidah Mayer.(PIUS/SDR)

Terima kasih karena anda telah membaca berita terbaru dari Pemkab Sarmi, silahkan bagikan informasi ini kepada rekan-rekan anda.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0