MELALUI ANJANGSANA, SATGAS TNI AJARI BUAT KERAJINAN TANGAN DI PERBATASAN RI-PNG

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Selamat datang di Lelemuku, saat ini anda sedang membaca berita dan informasi terbaru dari Komando Daerah Militer 17 Cenderawasih. Silahkan melanjutkan untuk membaca informasi selengkapnya.

Keerom – Anjangsana merupakan salah satu metode kegiatan teritorial yang dapat menciptakan suasana harmonis antara TNI dengan masyarakat, melalui anjangsana akan mengetahui kondisi warga maupun sosial masyarakat. Oleh karenanya, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY di Pos Kalipay melaksanakan peninjauan pembuatan kerajinan tangan berupa tas noken yang terbuat dari bahan dasar kulit kayu putih di Kampung Pund, Distrik Waris, Kabupaten Keerom. Selasa (27/07/2021).

Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat dalam rilisnya mengatakan bahwa kegiatan dilakukan untuk melihat potensi wilayah yang dimiliki warga, khususnya kepada warga yang memiliki kemampuan dalam kerajinan tangan. Sehingga dapat dikembangkan secara lebih lanjut dan dipasarkan dengan cara yang tepat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain memberikan pelayan kepada masyarakat, kami berupaya mencari potensi wilayah juga salah satu prioritas Satgas Yonif Mekanis 512/QY. Ini merupakan salah satu prioritas yang kami lakukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua, khususnya yang berada di wilayah perbatasan. Tujuannya agar pemasaran dari kerajinan tangan tas noken dapat tepat sasaran dan harganya meningkat, karena selama ini kerajinan tas noken dijadikan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat,” terang Letkol Inf Taufik Hidayat.

Saat melihat kerajinan hasil karya warga, Dansatgas mengatakan bahwa pembuatan tas rajut noken bisa dilakukan dengan 2 bahan yaitu dengan bahan benang nilon dan bahan kulit kayu. Oleh karenanya anggota Pos Kalipay memberikan arahan kepada masyarakat agar harga penjualan tas noken di sesuaikan dengan bahan dasar dan tingkat kesulitan proses pembuatanya.

“Dengan demikian masyarakat akan lebih paham cara pemasaran dan memperoleh hasil penjualan yang sebanding dengan tingkat kesulitan proses pembuatan kerajinan tangan tas noken,” kata Dansatgas.

Sementara itu, Ibu Norce (53) salah satu pembuat kerajinan tangan tas noken mengungkapkan bahwa proses pembuatan tas noken dari bahan kulit kayu lebih sulit.

“Saya membuat ini lebih sulit karena melalui proses yang panjang mulai dari pemotongan kulit kayu, pembersihan kotoran, perendaman selama satu malam dan penjemuran hingga kering,” ungkap Ibu Norce.

“Setelah bahan kulit kayu siap untuk diolah, dalam proses pengerjaannya juga dibutuhkan kesabaran dan ketelitian, agar hasil rajutan bagus dan laku untuk dijual,” tutup Ibu Norce.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Terima kasih karena anda telah membaca berita terbaru dari Kodam Cendrawasih silahkan bagikan informasi ini kepada rekan-rekan anda.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0