Napak Tilas Sejarah Perang Dunia II di Tugu MacArthur Jayapura, Simbol Kemenangan Sekutu di Tanah Papua

Napak Tilas Sejarah Perang Dunia II di Tugu MacArthur Jayapura, Simbol Kemenangan Sekutu di Tanah Papua

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Tugu MacArthur di puncak Ifar Gunung, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menjadi salah satu situs bersejarah penting yang menyimpan jejak Perang Dunia II di Pasifik Selatan. Tugu ini didirikan untuk mengenang pendaratan pasukan Sekutu di Teluk Humboldt (sekarang Teluk Hamadi) pada 22 April 1944, yang dipimpin langsung oleh Jenderal Douglas MacArthur, komandan pasukan Sekutu di Pasifik Barat Daya.

Jenderal MacArthur, yang terkenal dengan strategi “Loncat Katak” (Island Hopping), memerintahkan pendaratan di Hollandia (nama lama Jayapura) untuk membangun pangkalan besar guna menyerang basis Jepang di Rabaul, Papua Nugini. Operasi ini berhasil tanpa perlawanan berarti karena pasukan Jepang mundur ke pedalaman. Setelah menguasai wilayah tersebut, MacArthur mendirikan Markas Besar Umum Daerah Pasifik Barat Daya di Ifar Gunung. Tugu MacArthur kemudian dibangun di lokasi markas tersebut sebagai simbol bahwa Amerika Serikat dan sekutunya telah mendarat dan menguasai New Guinea selama Perang Dunia II.

Tugu ini berupa patung perunggu setinggi sekitar 3 meter yang menggambarkan Jenderal MacArthur berdiri dengan mantel dan topi khasnya. Lokasinya berada di dalam kompleks Markas Resimen Induk Kodam (Rindam) XVII/Cenderawasih, sehingga pengunjung harus melapor ke pos penjagaan terlebih dahulu dan meninggalkan kartu identitas untuk masuk. Perjalanan dari Bandara Sentani ke lokasi hanya memakan waktu sekitar 15 menit dengan kendaraan bermotor.

Dari puncak Ifar Gunung, pengunjung dapat menikmati panorama indah, termasuk pemandangan Distrik Sentani, Bandara Internasional Sentani, deretan Pegunungan Cyclops, serta Danau Sentani dengan pulau-pulau kecil di tengahnya. Tempat ini tidak hanya memiliki nilai sejarah militer, tetapi juga menjadi spot wisata alam yang menawarkan udara sejuk dan pemandangan memukau.

Meskipun memiliki nilai sejarah tinggi, Tugu MacArthur sering disebut sebagai “sejarah yang terlupakan” karena kurangnya promosi dan edukasi. Fasilitas pendukung seperti papan informasi lengkap atau tur berpemandu masih terbatas, sehingga banyak pengunjung hanya datang untuk berfoto tanpa memahami konteks peristiwa sejarahnya. Kawasan ini juga menjadi bagian dari napak tilas Perang Dunia II di Papua, bersama dengan sisa-sisa bunker Jepang dan bekas landasan pacu Sekutu di Teluk Tanah Merah.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi, disarankan datang pagi hari untuk menghindari panas dan menikmati pemandangan terbaik. Koordinasi dengan pihak Rindam XVII/Cenderawasih diperlukan karena lokasi berada di kawasan militer. Dinas Pariwisata Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura diharapkan meningkatkan pengelolaan agar situs ini menjadi destinasi edukasi sejarah yang lebih menarik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.(evu)ex

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0