-->

Wahana Visi Indonesia Kenalkan USAID Kolaborasi Demi Kesejahteraan Orang Papua

Wahana Visi Indonesia Kenalkan USAID Kolaborasi Demi Kesejahteraan Orang Papua

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan kegiatan Coffee Talks bersama wartawan media cetak, elektronik dan online di Kota Jayapura, Provinsi Papua dengan agenda pengenalan program United States Agency for International Development (USAID) Kolaborasi.

Chief of Party USAID Kolaborasi, Caroline Tupamahu mengatakan USAID Kolaborasi  adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) yang dilakukan dengan cara mengoptimalkan implementasi Otonomi Khusus (Otsus) di wilayah Papua dan Papua Barat melalui tata Kelola pemerintahan yang baik.

Program tersebut merupakan hasil desain bersama atau co-creation dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang didanai oleh USAID dan diimplementasikan selama tahun 2022-2027 oleh WVI bersama mitra, yaitu International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Kitong Bisa Foundation (KBF).

“Ini untuk optimalisasi pelaksanaan otsus demi kesejahteraan OAP melalui tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Caroline pada Jumat, 4 November 2022.

Ia mengungkapkan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan program tersebut adalah peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah (Pemda) dalam proses perencanaan hingga pengelolaan dan pemanfaatan dana otsus, adanya modul kurikulum, dan pendampingan bagi aparatur pemda.


Wahana Visi Indonesia Kenalkan USAID Kolaborasi Demi Kesejahteraan Orang Papua

Peningkatan keterlibatan masyarakat OAP dalam proses perencanaan pembangunan dan adanya fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi perencana pembangunan serta pelajar untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Salah satu focus juga selain melatih tapi akhirnya ada kebijakan yang lebih baik, yang lebih berpihak kepada OAP,” ungkap Caroline.

Ia pun menambahkan beberapa hal yang telah dilakukan pihaknya di tahun 2022 ini, diantaranya studi atau assessment analisis APBD studi peran multi-pun pemetaan keterkait Otsus Jilid, membentuk Tim Task Force yang terdiri atas Pemerintah Daerah yang sudah berpengaman untuk merumuskan kurikulum dan modul serta menjadi pelatih utama untuk peningkatan kapasitas.

Selain itu, uji coba modul dan melaksanakan Training of Trainers (TT) Petra Pro Papua, dimana18 orang berpartisipasi dari Bappeda dan OPD, pelaksanaan Baseline atau mengukur nilai awal indicator, dan persiapan assessment Kebutuhan peningkatan kapasitas bagi pemda selanjutnya akselerasi RIPPP.

“Membangun MoU dengan UNCEN dan UNIPA serta KBF Rekrutmen Local Champion atau para penggerak local di Papua dan Papua Barat,” sebut Caroline. (Laura Sobuber)



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel